Postingan

Supratman 01

Gambar
Supratman ini adalah sebuah nama yang cukup familiar di telinga kita. Ada nama pahlawan nasional kita sang pencipta lagu kebangsaan RI, ada juga nama orang untuk sebagian orang di pulau tertentu. Supratman ini menjadi menjadi penting untuk kami para suster Ursulin, selain karena ia adalah nama sebuah jalan utama di kota Bandung, ia juga menjadi tempat atau posisi biara pusat Ursulin Indonesia berada. Tepatnya di jalan Supratman nomer 1 Bandung  Di biara pusat ini tempat para pemimpin berkumpul untuk melaksanakan tugas kepemimpinan mereka untuk sebuah tarekat besar Ursulin Indonesia.  Biara pusat ini berdiri sejak lama dari tahun…… Bangunan biara masih kayak kastil, kuno dan kuat. Bangunan ini kokoh sekali dan tidak akan tergoncang oleh apapun. Lokasi biara pusat ini berbentuk kotak dengan 4 sisi di jalan yang berbeda.  Bagian Utara jalan Supratman, selatan jalan Bengawan, timur jalan Ahmad Yani dan barat jalan Anggrek. Kebayang kan berapa luas tempat ini. Terus terang...

WAEREBO : Serpihan Surga Di Bumi Manggarai

Gambar
Dengan mobil jeep, kami menerjang bukit gololusang lalu turun menyusuri pantai yang luas membentang di kecamatan Satarmese. Sopir kami namanya Om Eman. Beliau sudah malang melintang dalam dunia persopiran, beliau juga sopir para romo bahkan sopir bapa uskup di keuskupan yang sangat sering mengantar bapa uskup tourne ke daerah, so bersama Om Eman kami merasa aman menuju ke Waerebo.  Kami sampai di desa terakhir sebelum ke Waerebo, Denge. Sebelum sampai desa ini sepanjang perjalanan kami melhat banyak penginapan-penginapan kecil milik penduduk setempat.  Sesaat setelah Waerebo mendunia, perlahan-lahan masyarakat desa sekitar mengubah mata pencaharian mereka. Dari yang semula petani atau nelayan menjadi pemilik home stay  Kami menuju sebuat penginapan kecil dan disambut oleh sejumlah anak-anak dari dalam rumah. Mereka berjumlah 5 orang dengan usia paling tua kira-kira 10 tahun. Mereka menyapa kami dengan ramah, “ Mari masuk mama Suster”, mau minum kopi?” Begitu sapaan merek...

Akhirnya Virus Itu Menyentuh Kami

Gambar
Hampir setahun virus covid 19 ini bertahan dan menebar ke seluruh pelosok. Sejak diumumkan pertama kali oleh Presiden Indonesia bahwa telah ada dua kasus di Indonesia dan sekarang sudah menyebar sedemikian pesatnya. Tak ada tempat yang tak lagi terjangkau, tak terhitung berapa orang yang menjadi korban, kasus setiap hari melonjak. Tak terhitung berapa banyak korban yang harus meregang nyawa karena virus berbahaya ini. Sekian banyak orang harus kehilangan orang yang dikasihi karena renggutan pandemi.  Banyak orang bersedih dan tidak tahu harus melakukan apa. Kapan dia pergi? Itu menjadi pertanyaan hampir semua orang di dunia ini. Hampir pasti banyak yang sudah merasa bosan dengan kondisi ini yakni situasi di mana sekolah harus dilakukan dari jarak jauh, kerja kantor dilakukan dari rumah, guru tidak lagi bertemu anaknya di kelas, tak ada interaksi langsung.  Semuanya secara virtual dan online. Guru menatap anaknya lewat media laptop, guru memberi tugas dan materi belajar lew...

Kami Mau Sembuh

Gambar
Penyakit kusta itu menyerang kulit, apabila pada kulit badan seseorang ada bengkak atau bintil bintil atau panu mungkin menjadi penyakit kusta. Ia harus dibawa ke imam Harun. Ini kata Kitab Suci, yang merujuk kepada penyakit kusta yang adalah najis.  Jika berbicara tentang sakit ini maka orang akan digiring pada suatu penyakit berbahaya, menular dan semua orang takut tertular. Orang yang mengidap sakit ini harus dijauhkan dari keluarga, dari masyarakat bahkan ia harus berdiam diri di tengah hutan, lebih keji lagi dikatakan najis. Najis dalam arti kata tertentu sama dengan dosa berat, atau sesuatu yang kotor sekali dan harus dijauhi.  Alangkah sedih dan luar biasa perlakuan ini. Bagaimana ia bisa hidup terasing ditengah hutan? Siapa yang mengurus hidupnya? Makanan ia dapat dari mana? Apa keluarganya akan mengurusnya dengan mengantar makanan tiap hari ke hutan? Apakah dengan hidup menyendiri seperti ini ia akan bertambah sehat atau malah sebaliknya?  Apa maksud dengan mengu...

Angela

Gambar
Ketika duduk dalam kereta cepat menuju Brecia saya bertemu dengan seorang ibu bersama anaknya yg masih muda. Kulit mereka agak gelap sama seperti kulitku. Mereka duduk di hadapan tapi di barisan seberang. Karena itu saya bisa melihat mereka dengan bebas sambil berusaha mempelajari karakter mereka.  Sang ibu membawa keranjang cantik yg isinya kain berwarna merah maroon yg ia letakkan diatas pangkuannya. Dari dalam keranjang itu keluarlah seekor binatang manis sekali, anjing kecil yg sudah didandani dgn baju indah berwarna merah. Oh pantesan saya melihat kain merah ternyata itu baju elegan si anjing lucu.  Sebetulnya saya ingin membelai anjing lucu nan manis itu, mau bercakap2 dengannya tapi sungkan. Si ibu dengan penuh perasaan menggendong anjing keci bahkan mencium dengan sepenuh hati. Sebetulnya sy tidak setuju kalo anjing dicium karena konon bulu anjing walau bersih sekalipun tetap saja kotor mengandung virus. Beberapa kali saya dengan mupeng menatap si anjing kecil.  ...

Bunga Astrila

Gambar
Bangunan dua lantai ini letakknya kira 200 meter dari rumah biara kami, dengan jalan menuju ke sana agak mendaki. Sepanjang jalan ke asitu ada beberapa rumah tetangga yang semuanya akrab dan baik. Tetangga-tetangga yang baik ini rela menolong para penghuni rumah lantai 2 dan siap sedia saat di perlukan.  Ada sepasang suami istri tua yang rumahnya persis di depan rumah lantai dua, ada lagi keluarga di belakang samping yang kami kenal sebagai ketua Rt yang siap menolong kami. Ada lagi kios depan asrama (sebutan lain rumah lantai 2) yang meyiapkan berbagai kebutuhan dan bisa diutang nanti bayar belakangan.  Para PEnghuni Para penghuni rumah lantai dua ini adalah para gadis cantik yang datang dari berbagai kota kecil atau kampung di seputaran kabupatan Manggarai. Mereka ini hendak bersekolah di kota Ruteng dan mau tinggal di asrama supaya bisa belajar mandiri. Biasanya mereka ini berasal dari keluarga yang memiliki visi jelas untuk masa depan anaknya. Keluarga-keluarga ini juga ti...