Anak Nelayan
Rumahku berada di bibir pantai di sebuah desa di pulau kecil yang elok dan cantik. Bagian bawah rumah sudah ada air laut dengan ombak kecil-kecil yang memecah pantai. Jika sedang ada gelombang besar maka akan terdengar suara air memukul-mukul pondasi belakang dapur yang tingginya kira-kira 6 meter. Ayahku sengaja membuat pondasi tinggi agar jika musim badai atau paling kurang ketika air pasang dan gelombang tinggi rumah kami tidak kemasukan air. Gelombang pasang biasanya ketika hari mulai menjelang sore atau kadang-kadang juga pagi hari. Pada sore hari kami biasa memakai kesempatan untuk duduk-duduk di meja dapur sambil memandang laut lepas yang nampak dari jendela besar di dapur. Jendela dapur memang sengaja di buka lebar pada pagi hari untuk sirkulasi udara dan juga untuk memandang sampan atau kapal yang hilir mudik di laut. Saya bersama adik-adikku suka sekali duduk di meja dapur sambil memandang ke laut dan bercerita banyak hal tentang laut. Kakak-kakakku suka memandang ke laut ...