Postingan

Frans Duli Manuk

Gambar
I a bukan siapa siapa, beliau bukan orang penting di pemerintahan, bukan juga seorang tokoh masyarakat. Ia hanya orang biasa yang berasal dari desa terpencil di pulau Lembata, tepatnya di kampung Lamamanu desa Lamalera. Desa nelayan di pinggir pantai yang sarat dengan nuansa laut, yang penuh dengan tulang ikan di sepanjang lorong-lorong desa, tulang ikan sebagai pagar antar rumah penduduk. Ia tinggalkan desa nelayan ini, tinggalkan orangtua dan adik-adiknya di kampung untuk merantau ke kota agar dapat bersekolah dan sesudah itu dapat bekerja. Frans Duli Manuk ini anak sulung laki-laki dari 7 bersaudara, sejak remaja ia telah merantau ke Larantuka untuk bersekolah di sekolah pertukangan milik misi yang dikenal dengan nama Ambac School.  Menurut cerita biaya sekolah ini tinggi karena semacam sekolah kejuruan dengan spesialis menjadi tukang kayu yang handal. Karena sekolah kejuruan maka biaya sekolah menjadi mahal. Bagaimana ia menyikapi biaya sekolah yang mahal ini? Orangtuanya di...

Catatan Perjalanan

Gambar
Libur memang menyenangkan, tidak terburu-buru dengan beban kerja, bisa santai, makan lebih nikmat dan tidur nyenyak. Liburan akhir tahun pelajaran tahun ini kami sekomunitas sepakat untuk pergi refresing. Ada beberapa intensi liburan kali ini. Pertama untuk perpisahan dengan salah satu anggota komunitas yang hendak mutasi dikota lain, kedua untuk hadiah ulang tahun kaul yang ke 43 Sr Johana dan beberapa ujud kecil lainnya. Kami memilih tempat liburan yang dekat-dekat dengan kota kami, seputaran Jawa Tengah dan Jawa Timur, ngider-ngider cukuplah yang penting bahagia dan fresh. Tujuan lain adalah kami mau rekreasi sambil belajar plus wisata religi maka kami mencari tempat rekreasi yang ada edukasinya. Kami bertujuh ada Sr Johana sebagai pemimpin komunitas, ada Sr Jovita yang paling senior diantara kami, ada juga Sr Fitir, Sr Fila, Sr Julia, Sr Linda dan saya sendiri. Hari yang sudah ditentukan, kami berangkat ditemani Mbak Ade dan sopir kami namanya Mas Suripto. Minib...

Cerita Kepada Kawan

Gambar
Tinggal dan besar di desa kecil membuat saya mempunyai banyak teman. Hampir seluruh isi desa saya kenal demikian juga keluarga dan anak-anak mereka. Ketika masih kecil saya bersekolah di sebuah sekolah swasta satu-satunya dan sekolah Katolik milik keuskupan. Karena merupakan sekolah Katolik satu2nya maka, hampir pasti banyak keluarga Katolik mempercayakan anak-anak mereka ke sekolah ini. Saya masih ingat bapak kepala sekolah, orangnya pintar dan baik. Ia mengenal semua anaknya, ia tahu mana anak yang benar pandai dan mana anak yang nilainya baik di saat-saat tertentu saja.  Rumah bapak kepala sekolah ini berada dalam kompleks sekolah, istrinya baik sekali dan halus perangainya. Kami memanggilnya ibu kepala (kebiasan dikampung orang tidak memanggil nama tapi memanggil sesuai jabatan yang ia emban. Misalnya ia kepala sekoah maka dipanggil bapak kepala, kalau ia polwan maka dipanggil ibu polisi dan sebagianya.  Kembali ke ibu kepala, beliau ini suka sekali meminta tolong pada s...