Frans Duli Manuk
I a bukan siapa siapa, beliau bukan orang penting di pemerintahan, bukan juga seorang tokoh masyarakat. Ia hanya orang biasa yang berasal dari desa terpencil di pulau Lembata, tepatnya di kampung Lamamanu desa Lamalera. Desa nelayan di pinggir pantai yang sarat dengan nuansa laut, yang penuh dengan tulang ikan di sepanjang lorong-lorong desa, tulang ikan sebagai pagar antar rumah penduduk. Ia tinggalkan desa nelayan ini, tinggalkan orangtua dan adik-adiknya di kampung untuk merantau ke kota agar dapat bersekolah dan sesudah itu dapat bekerja. Frans Duli Manuk ini anak sulung laki-laki dari 7 bersaudara, sejak remaja ia telah merantau ke Larantuka untuk bersekolah di sekolah pertukangan milik misi yang dikenal dengan nama Ambac School. Menurut cerita biaya sekolah ini tinggi karena semacam sekolah kejuruan dengan spesialis menjadi tukang kayu yang handal. Karena sekolah kejuruan maka biaya sekolah menjadi mahal. Bagaimana ia menyikapi biaya sekolah yang mahal ini? Orangtuanya di...